Saturday, 31 August 2013
Kartu Ucapan Handmade
Sunday, 10 October 2010
Kalung Kreasiku
Cara membuatnya:
1. > Gunting benang secukupnya (sesuai dengan lingkar kepala kita masing-masing, hehe), sisihkan
2. > Ambil beberapa sedotan dengan warna berbeda, gunting kecil-kecil (kira-kira sesentian)
3. > Dengan cara diselang-seling, ronce guntingan kecil sedotan-sedotan tadi dengan benang yang sudah kita siapkan sebelumnya. Kalau sudah, ikat kedua ujung benang (di tali mati ya…)
4. > Kalung siap dikenakan.
Ini dia jadinya. Sederhana. tapi keren kan? hehe..
Thursday, 18 March 2010
Kebun Binatang Tempel
Jadi ceritanya, bunda dapat inspirasi dari majalah bekas pemberian kak Zaky, mantan tetangga sebelah yang sekarang menetap di Aceh. Majalah itu benar-benar bekas: tampangnya kucel, kovernya hilang, sobek sana-sini, dan penuh coretan. Eh, tapi banyak gambar binatangnya.
Daripada tidak termanfaatkan secara optimal, bunda gunting deh semua gambar binatang yang ada di majalah itu. ide selanjutnya, dengan bantuan bunda, Raya menempel gambar-gambar lucu itu ke dinding. Nempelnya sembarangan. Sehingga jadinya kayak gini nih….
Tarrraaaaaa………….!
Ancur kan? Hehe. Btw, ancur-ancur begini kan karya Raya juga. Koleksi KBT ini bisa bertambah sewaktu-waktu. Ya, nanti kalau kebetulan nemu lagi gambar binatang lucu yang belum ada di KBT pasti Raya tempel, sampai memenuhi dinding (hehe, semoga saja bude yang punya rumah kontrakan nggak marah melihat hasil kreativitas Raya ini).
Dengan KBT ini, selain belajar bersahabat dengan binatang serta menyayanginya, Raya juga belajar menempel sekaligus menata gambar.
Next plan, membuat ‘Kebun Bunga Tempel’, ‘Kebun Sayur Tempel’, ‘Kebun Buah Tempel’, ‘Kebun Huruf Alfabet, Angka, dan Huruf Hijaiyah’. Hehe, lama-lama rumah kontrakan Raya bisa jadi kebun nih…
Tuesday, 6 January 2009
kumcer kreasi bunda
Inilah salah satu hasil kreasi bunda untukku, kumpulan cerita (kumcer) yang dibuat dari kliping cerita bergambar (cergam) di tabloid Nakita. Sudah hampir satu tahun ini bunda berlangganan tabloid Nakita, tabloid parenting yang terbit seminggu sekali. Setelah membaca Nakita yang baru dibeli, bunda selalu menyimpannya dengan rapi di rak koran. Bunda merasa sayang banget kalau tabloid-tabloid bekas itu dibuang ke tukang loak. Awal munculnya ide membuat kumcer ini sebenarnya bunda dapat dari blog seorang MPers (bunda lupa nama blognya). Cara membuatnya, pertama gunting cergam yang ada di halaman belakang setiap edisi, lalu supaya hemat, tempel guntingan cergam tersebut di kedua sisi kertas folio. Setelah semua tertempel, proses selanjutnya adalah melaminating “kumcer setengah jadi” itu dengan plastik laminating sesuai ukuran kertas. Tujuannya, kata bunda biar nggak kotor, nggak cepat sobek, dan biar awet sampai aku besar nanti. Nah, jadi deh… nih hasilnya…
Mengenai laminating, per lembarnya cuma empat ribu rupiah. Ya.. kalau dihitung2 sih totalnya memang mahal. Tapi sebanding-lah dengan manfaatnya. Daripada beli buku kumpulan cerita atau buku dongeng di toko, lebih baik memanfaatkan yang ada di rumah. Aku senang sekali, karena selain gambarnya bagus, menarik, ceritanya juga keren-keren. Kata bunda, semua cerita pada cergam Nakita punya nilai moral dan budi pekerti yang baik. Jadi, bagus buat cerita pengantar tidur dan pengantar berbagai aktivitas harianku seperti makan, bermain, dan mandi (dibawa ke kamar mandi juga nggak akan basah,
Nah, gimana, ada yang tertarik membuatnya juga..?
.jpg)
.jpg)