Thursday, 16 April 2009
Tuesday, 14 April 2009
first time i go to library ;)
Long weekend minggu lalu, setelah pemilu.
Aku baru sembuh dari sakit cacar air L. Belum sembuh betul sih. Tapi Bunda pengen banget ngajak aku jalan-jalan. Kebetulan ayah mau nyari buku referensi buat tugas kuliah di perpus daerah. Ayah bundaku punya kartu anggota disana. Jadilah kami bertiga ke perpus.
Ini adalah pertama kalinya aku diajak ke perpus sama Bunda (hore.!). Biasanya sih, bunda pergi sendiri, kadang berdua aja sama ayah, raya gak diajak (hiks!). bunda langsung membawaku ke ruang baca anak di lantai dasar, sedang ayah ke lantai 2.
Hmm.. rupanya begini toh, suasana perpus itu, sepi (tepatnya tenang), nggak ribut kayak di mall ya.. (he, ya iyalah..). aku bosen diam. Jalan-jalan ah… atau sekalian teriak-teriak biar nggak senyap kayak kuburan. Baru beraksi, bunda ngerecokin keasyikanku. Aku mulai dilarang ini- itu, disuruh duduk manis, gak boleh gaduh. Aku gak mau, aku pengen baca buku bundaaaaa!!!
Tanpa mengindahkan larangan bunda, kulirik kanan-kiri. Deretan buku berbagai ukuran disana sangat menarik perhatianku. Gambarnya lucu-lucu, warnanya ngejreng-ngejreng. SSsst, bunda lengah. kuambil buku-buku bergambar dari rak. Kubuka-buka sebentar, lalu ambil lagi. Buka sebentar, ambil lagi. Sampai buanyaaak…
Seru banget lihat tumpukan buku-buku itu… aku mau kasih tau ayah.
“ayah… ayaaah..!” teriakku kenceng, memecah kesunyian. Bunda sampai malu sama orang-orang yang ada di ruangan itu. hehe..
Bunda kapok nggak ya, ngajak aku ke perpus? ;)
Sunday, 5 April 2009
asyiknya corat coret
Aku lagi seneng coret-coret nih. Pokoknya kalau ada spidol, pensil, atau pulpen nganggur, langsung deh, tangan ini gatal pengen coret-coret. Dinding dan lantai rumah jadi sasaran empuk coretanku. Ayah bunda sering merasa kesal dengan ulahku ini. Bunda berpikir keras, mencari cara, gimana biar hobi baruku ini tersalurkan dengan baik tanpa mengotori rumah.
Semalam ayah bunda ngajak aku belanja buku ke gramedia. Eh, bunda nemu whiteboard mini yang lucu, ukurannya sekitar 40 x 30 cm, warnanya pink, kedua sisinya sama-sama bisa dicoretin, ada magnetnya buat tempel-tempel sesuatu, plus penghapus dan spidolnya. THINK! ini dia solusinya, pikir bunda.
Tanpa ba-bi-bu, bunda langsung beliin aku whiteboard itu. Eh, tapi sebelumnya pake nego dulu sih sama mbak-mbak petugas jaga yang kebetulan merhatiin bunda dari tadi. Hehe, heran ya, beli sesuatu di toko buku sekaliber gramed bisa tawar menawar?
Begini ceritanya…
Kondisi whiteboard itu sebenarnya udah agak lecet disana-sini, plastik pembungkusnya sudah dalam keadaan terbuka, plus yang model itu tinggal satu-satunya. Bunda pengen banget beliin whiteboard yang ini karena gambarnya cewek banget. Yang lain gambar binatang ‘n gak keren. Bunda gak suka. Dengan jurus rayuan gombalnya, bunda berhasil membuat harga whiteboard itu turun 5%. Harga awalnya 61.500 jadi 58.500 deh… lumayan. Toh, kondisinya masih cukup bagus kok.
Sampai di rumah, aku langsung beraksi dengan whiteboard baruku… sreeek sreekk srreeeeek… gak jelas lagi gambar apa, yang penting tangan terus bergerak, hehe..
Kata bunda, kegiatan coret-coret yang aku lakukan sangat bermanfaat lo. Pertama, untuk melatih otot-otot tangan biar nanti kalau belajar nulis atau menggambar nggak kaku. Kedua, coret-coret bisa melatih daya imajinasi, karena batita seperti aku sudah mulai belajar menuangkan bayangan benda yang ada di pikirannya.
Kata bunda lagi, nanti kalau aku sudah terampil pegang alat tulis, bunda akan ngajarin aku nulis dan menggambar….
Untuk sementara, inilah hasil kreativitasku.. hehe…
Tuesday, 31 March 2009
genit 'n girly abis!
Bunda lagi getol nih, dandanin aku dengan pernak-pernik khas cewek. Kemarin aja aku dibeliin sandal jepit sama payung kecil, dua-duanya pink! Plus sebuah tas lucu berbentuk Doraemon. Sebelumnya, aku dibeliin kacamata sama jepit rambut. Weleh, aku jadi ikut kegenitan deh. Setiap kali main, pengennya tampil gaya terus. Lihat deh, foto-fotoku ini… hehe…
Friday, 27 March 2009
Cicak-cicak di Dinding
Akhir-akhir ini, sedikit demi sedikit aku sudah bisa menirukan lagu-lagu yang sering dinyanyikan bunda untukku. Hampir setiap saat Bunda mengajari aku bernyanyi. Misalnya, waktu mandiin aku, bunda nyanyi lagu Bangun Tidur; mau nyuapin makan, bunda nyanyi lagu Sebelum Kita Makan; aku mau bobok, bunda nyanyi Nina Bobo atau Ambilkan Bulan; aku mau berangkat sekolah, bunda nyanyi lagu Satu Dua Tiga Empat; waktu hujan turun, bunda nyanyi Tik Tik Tik; menemani aku bermain, Bunda nyanyi lagu Satu-satu, Cicak-Cicak di Dinding, Pelangi-Pelangi, Bintang Kecil, Naik-naik, Burung Kakaktua, dll. Diantara lagu-lagu itu, hanya satu yang berhasil kunyanyikan dengan baik, yaitu lagu Cicak-cicak di Dinding. Ya, hanya lagu ini yang bisa kuhafal. Sambil beraktivitas apa pun, diam-diam aku sering menyenandungkan lagu ini. Kalau lagu lainnya, cuma bisa melafalkan suku kata terakhirnya saja, hehe…
Lagu Cicak-cicak di Dinding jadi lagu pertama yang berhasil kuhafal di usia 20 bulan ;)























