Saturday, 27 December 2008

renang di villa tamara




Dalam rangka mengisi libur panjang akhir tahun ini, ayah bunda mengajak aku mengunjungi tempat-tempat baru. Kalau jumat malam ke taman bermain di Tepian, sabtu sore, giliran kolam renang di villa Tamara yang kami datangi. Kolam renang ini terletak di kawasan perumahan elit di Samarinda. Nggak heran kalau tiket masuknya agak mahal dibanding kolam renang lainnya. Kalau di kolam renang Segiri yang sudah dua kali kukunjungi, tiket masuknya cuma enam ribu per kepala, di villa Tamara 20 ribu! Kata bunda, beli bakso dapat dua mangkok tuh, hehe.. Tapi nggak pa-pa lah, sekali-sekali…






Saturday, 13 December 2008

weekend ke tenggarong




Sebulan yang lalu teman sekantor ayah mengajak keluargaku berakhir pekan ke Tenggarong. Kota ini adalah ibukota kabupaten Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur. Sejak beberapa tahun lalu, Tenggarong dijadikan sebagai salah satu kota pariwisata di Kaltim. Ironisnya, di sepanjang kanan kiri jalan masih ada bangunan-bangunan kumuh yang mengurangi keindahan kota wisata ini.

Ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di Tenggarong, misalnya jembatan di tengah kota yang mirip dengan jembatan di San Fransisco, museum kerajaan Kutai, Planetarium, dan pulau kumala. Waktu kami sekeluarga ke Tenggarong, yang kami singgahi pertama kali adalah museum. Di dalam museum terdapat banyak benda sejarah kerajaan kutai. Ada singgasana raja, foto-foto sultan dari masa ke masa, guci-guci antik, dan sebagainya.

Thursday, 6 November 2008

belajar dengan beragam media







poster ini sekarang dipajang di kamar mandi sama bunda. jadi sambil mandi, raya belajar nama-nama angkutan

Belajar itu bisa dimana saja, kapan saja, dan dengan media apapun. kata bunda, untuk anak-anak seusiaku, sebaiknya proses pembelajarn dikemas dengan cara yang fun (yang menarik, menghibur, dan menyenangkan). Misalnya, belajar sambil bermain atau bernyanyi. Jenis mainan yang sekaligus bisa digunakan untuk belajar disebut mainan edukatif.
belajar membaca nggak melulu harus bersumber pada buku. Kalau aku, selain belajar membacanya pakai buku dan mainan, juga pakai vcd, poster, karpet, dan kulkas. Lo, kok kulkas? Hehe.. maksudnya pakai huruf, angka, dan gambar magnetik yang bisa ditempel di kulkas. Seperti ini nih…

Tuesday, 4 November 2008

buku pertamaku

Waktu aku masih dalam kandungan, bunda sudah mengajariku membaca, agar kelak aku juga mencintai buku, seperti ayah bunda. Bunda mengajariku membaca banyak hal. Setiap hari, ayah bunda bergantian menemaniku belajar dan bermain. kalau ayah bundaku membaca buku atau koran, aku selalu ingin ikut-ikutan. Sampai-sampai mereka merasa terganggu oleh ulahku yang suka seenaknya merebut bacaan mereka. bunda suka gemas melihatku tak hati-hati membuka halaman demi halaman bacaannya. Tak jarang aku membuat halaman-halaman itu menjadi kusut bin lecek setelah dengan beringas kuremas-remas. Kalau sudah seperti itu, biasanya bunda akan segera merebut bacaan itu dengan paksa dari tanganku. Dan bisa ditebak, setelah itu aku pasti langsung nangis (hehe…maaf ya bunda, kalau raya selalu membuat bacaan bunda yang baru dibeli jadi kucel seketika, hehe..).

Mungkin karena pertimbangan itu, sebulan lalu bunda berinisiatif hunting buku-buku khusus untuk anak seusiaku, yang kertasnya tebal dan nggak mudah sobek. Sebelum niat bunda terlaksana, ternyata ayah sudah membelikan raya buku. Ukurannya gedeee.. banget, ukurannya kira-kira 50x40 cm. wah, buku pertamaku unik banget… . isinya tentang huruf alphabet, gambarnya menarik plus warna-warni, menggunakan dwi bahasa (Indonesia-inggris), dilengkapi flash card plus cd. Komplit kan? Aku seneeeng banget. Makasih ya ayah…

Setelah buku raksasa itu, bunda membelikanku beberapa buku imut khusus balita. Isinya macam-macam. Ada seri mengenal huruf, angka, anggota tubuh, binatang, huruf hijaiyah, dll. Aku masih punya beberapa saja. Setiap saat aku bebas membuka buku-buku itu, membaca, memainkannya, diapain aja terserah, bunda nggak akan merebutnya, karena itu kan bukuku… hehe. Biasanya menjelang tidur atau di sela waktu bermain, ayah bunda sering mengajariku membaca buku-buku itu. Nanti kalau sudah pinter, ayah bunda akan membelikanku lagi banyak buku. Daripada banyakin beli mainan, mending banyakin beli buku aja…tul nggak?

 

inilah koleksi mainanku..








kata bunda, mainan ini membantuku mengenal warna, bentuk, dan tekstur benda. melatih pendengaran (karena kalau dipencet bisa bunyi), dan buat belajar menggenggam

bunda jarang beliin aku mainan. kalaupun beli, pasti yang bermanfaat banget buat aku. kata bunda, yang bisa memaksimalkan potensi kecerdasanku ;). nggak heran kalau mainanku bisa dihitung pake jari. sekarang kondisinya masih tetep bagus, meski ada yang hilang atau agak rusak beberapa.

metamorfosis raya 0-12 bulan


ni baru lahir. hobinya masih tidur. kalo tidur sambil dengerin murotal dari mp3 player (hehe, gaya dikit boleh dong..)

ni adalah fotoku dari 0 sampai 12 bulan, dari gundul plontos sampai punya rambut lagi, hehe...

















bonekaku cuma empat

Sampai hari ini, aku Cuma punya empat boneka aja. Bunda nggak ngijinin aku punya banyak, biar ntar nggak jadi konsumtif (nggak demen belanja kata bunda). Dari keempat boneka itu, Cuma dua yang beli sendiri. Dua lagi dikasih temannya bunda. Boneka pertamaku adalah boneka kelinci, warnanya pink. Karena itu bunda menamainya ‘pinky’. Pinky dibeli bunda di sebuah pusat perbelanjaan waktu aku berumur sembilan bulan. Boneka kedua adalah boneka puppie, warnanya pink kemerahan, karena itu bunda menamainya ‘bella’. Boneka ini adalah hadiah dari Tante Reni, waktu njenguk aku di rumah sakit (pas kena DB dulu itu lo). Boneka ketigaku adalah si kaki seribu. Bunda memanggilnya ‘bubu’. Boneka ini adalah hadiah ulang tahun dari Tante Heni. Di punggung bubu ada huruf alfabetnya. Jadi kalau main sama bubu bisa sambil belajar mengenal huruf juga. Asyik kan? Nah, yang paling bontot adalah boneka lumba-lumba kecil, yang dibeli bunda waktu mudik ke lumajang kemarin. Karena bingung mau ngasih nama apa, sampai hari ini bunda tetap memanggilnya lumba-lumba. Ada usul nggak, enaknya lumba-lumbaku dikasih nama apa?hehehe…