Wednesday, 22 July 2009

Sedikit Demi Sedikit, Lama-lama Membukit

 
Bung bung bung kita nabung
Bang bang yuk nabung di bank
Kit kit demi sedikit
Lama-lama menjadi bukit
…………
(petikan lagu anak jadul yang dinyanyikan oleh Puput Melati)

Sudah sebulan ini bunda mengenalkanku pada celengan. Benda untuk menyimpan uang itu berbentuk persegi panjang, terbuat dari kaleng bekas yang sudah didaur ulang, dan dipercantik dengan dengan gambar-gambar lucu berwarna menarik. Ayah membelinya di sebuah swalayan seharga 12 ribu. Awalnya celengan bercat dasar biru itu dipakai ayah untuk menyimpan uang lembur. Eh, ternyata cuma sebentar aja ayah memakainya. Hari-hari berikutnya, celengan itu nggak pernah terisi uang sepeser pun.
Benda itu pun teronggok pasrah di pojok ruang keluarga bersama mainanku yang lain.
Daripada rusak nganggur karena sering kubanting dan kulempar, bunda menyimpannya di atas lemari yang tingginya tak terjangkau oleh tanganku.

Monday, 20 July 2009

alhamdulillah, raya sudah 2 tahun....




ini foto-foto waktu raya ulang tahun hari jumat kemarin...
raya merayakan ultah hanya bertiga: raya, ayah dan bunda. acaranya cuma tiup lilin, foto-foto, potong kue, trus kuenya dibagikan ke tetangga. nggak ada tumpukan kado, yang ada cuma kado dari ayah bunda. nggak perlu dirayakan dengan mewah, yang penting dapat banyak doa yang baik2 dari semua orang yang mencintai raya ;)



Monday, 6 July 2009

aksi merayap ala spiderman




raya seneng bgt kalo diajak main ke kampus ikip sebelah rumah raya, soalnya disana ada lapangan tenis yang tempat duduk penontonnya bisa buat tempat main raya. bisa dipake latian manjat dan main seluncuran gitu. trus lapangannya raya pake main bola atau lari2.
biasanya raya diajak kesana sama bunda pas pagi2 atau sore, pas jam makan. bunda sambil olahraga, raya sambil makan. jadi makan sambil main, gak kerasa cepet habis.kalo siang2 disana panas banget.
gak tiap hari sih, raya kesini. kadang aja, kalo bunda atau ayah lagi luang.
wah, kalo sudah disini raya gak mau diajak bunda pulang.hehe...seru sih...liat deh di foto2 di bawah ini.











Monday, 27 April 2009

Sikat Gigi Yuk...!

Gigiku mulai tumbuh saat usiaku menginjak 1 tahun (telat banget gak sih..?). sejak itu, bunda mulai membiasakanku membersihkan gigi dan mulut, tapi pake kasa steril yang dibasahi dengan air matang, karena belum bisa pakai sikat gigi bayi. Mungkin karena gak minum susu formula (cuma ASI), bunda baru mengenalkanku dengan aktivitas gosok gigi ini waktu gigiku mulai nongol satu-satu. Penyebab gigi rusak salah satunya kan karena minum susu formula pakai dot sambil bobok. Aku gak pernah kayak gitu.

Meski gak setiap hari bunda membersihkan gigi dan mulutku (bunda pelupa sih, payah!), Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada tanda-tanda gigi geripis pada gigiku. Sekarang gigiku sudah 12 biji, saatnya ninggalin kasa steril, harus secepatnya kenalan sama sikat gigi sebenarnya. Supaya sikat gigi jadi aktivitas yang menyenangkan, sikat gigi yang dipakai harus nyaman, gak bikin sakit. Untuk urusan ini, bunda memilih sikat gigi jari untukku. Bentuknya lucu, bahannya dari silikon, bulu sikatnya lembuuut banget, jadi aman, gak bikin takut. Cara pakainya, sikatnya dimasukkan ke jari, trus kalo sudah masuk mulut, gerak-gerakin deh ke atas-bawah-kanan-kiri-depan-belakang. Sambil nyanyi bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, bunda asyik membersihkan gigiku. Dan aku dengan sukarela membuka mulutku lebar-lebar.

Sementara ini bunda menyikat gigiku tanpa pasta gigi, soalnya belum bisa kumur-kumur, ntar ketelan lagi. Cuma pakai air matang untuk membersihkan sikatnya sebelum digunakan. Meskipun sudah ada pasta gigi bayi dengan berbagai rasa buah, bunda belum mengijinkan aku pakai odol. Kata bunda, ntar kalo aku udah bisa gosok gigi sendiri, baru deh dibolehin pakai odol plus pakai sikat gigi yang bergagang.

So, sikat gigi bareng-bareng yuk…!

 

Saturday, 18 April 2009

Tiga Kawan Baru

Aku punya tiga boneka baru. Tiga-tiganya dikasih, nggak beli sendiri. Satu dari seorang om yang ngekos di samping rumah (hadiah dari sebuah bank), dua lainnya dari mbah ling, nenekku di Jawa. Yang dari om samping rumah kunamai Mini, karena bentuknya kecil banget, tingginya cuma 8 senti. Aku pikir, diantara bonekaku yang lain, dia paling kecil. Eh, sekalinya pas pulang ke Lumajang bulan lalu, mbah Ling ngasih aku boneka yang lebih kecil lagi ukurannya dari si Mini. Nyari-nyari nama yang cocok, akhirnya ketemu. Boneka 5 senti yang berwarna pink tua itu (sebenarnya itu gantungan kunci lo, he) kuberi nama Imut. Pas kan?

 

Nah, boneka dari Mbah Ling yang satunya lagi adalah jenis boneka yang saat ini lagi tren, yaitu boneka kaki panjang. Bedanya, punyaku berjilbab. Langka lo. Coba deh lihat yang dijual di pasaran, rata-rata pada pake rok mini sama tanktop, gak sopan kata mbah, hehe. Boneka kaki panjang ini kuberi nama Tasya.

 

Aku paling seneng main sama si Tasya, karena dia bisa digendong kesana kemari, bisa gendong depan atau belakang (soalnya di kedua tangan Tasya ada perekatnya), bisa dipake guling kalo bobok, hehe. Tingginya hampir sama dengan tinggi badan Raya. Kayak teman sebaya aja jadinya ;).