Thursday, 29 July 2010

Serunya Ultah Rame-rame ^_^










Alhamdulillah, 17 Juli kemarin Raya sudah 3 tahun ;). Ada yang istimewa plus luar biasa (nggak biasa maksudnya ^_^) di ‘perayaan’ ultah Raya kemarin. Selain karena ‘dirayakan’ di rumah mbah di Lumajang, juga karena ultahnya rame-rame alias keroyokan!

Ceritanya, keluarga besar dari Ayah kebetulan pada ngumpul semua (kecuali pakdhe Agus yang ada di Tulungagung). Sepupu-sepupu Raya dari yang kecil sampai yang gedhe otomatis ikut ngumpul. Ada dik Roni, Mas Ucok, Mas Riki, dan Mbak Zeti. Sayang kak Ayu, Mas Sulton dan Mas Tio (anak pakdhe Agus) nggak bisa datang.

Mumpung ngumpul + buyut juga datang, mbah Ling—begitu kami memanggil mbah putri dari Ayah—mengadakan acara tiup lilin buat semua cucunya. Mbah Ling sendiri yang bikin kue ulang tahunnya, dibantu tante Ida. Bikin satu untuk semua (hehe, kayak semboyannya SCTV aja ya…). Lilinnya sudah disediakan lima buah, mulai dari angka 1—5. Masangnya juga gantian. Habis foto tiup lilin, ganti angka ^_^. Dimulai dari dik Roni yang Februari lalu genap setahun, trus Mbak Zeti yang Oktober nanti dua tahun, lalu Raya tepat tiga tahun (hehe), Mas Riki yang Desember besok lima tahun, dan Mas Ucok yang tahun ini (lupa tepatnya bulan apa, hihi) sudah 12 tahun. Meski rame-rame, kita tertib, nggak berebut niup. Tapi waktu kue dipotong, semua berebut minta duluan, hahahaha….

Monday, 12 July 2010

Bermain Gelembung Sabun


Hayo, siapa yang malas mandi? kalau ada yang malas mandi, gampang. Ini dia salah satu trik bunda yang sering dipakai buat mbujuk raya biar nggak males mandi. Triknya adalah…..bermain gelembung sabuuuun! Ya, sambil mandi, bunda mengajakku bermain gelembung sabun. Caranya, tuang sedikit sabun (apa saja, yang penting bisa berbusa), gosok-gosok dengan kedua telapak tangan sampai busanya melimpah, posisikan telapak tangan seperti sedang mengepal (ibu jari dan telunjuk sambil direnggang-renggangkan ya), lalu tiup perlahan. Jadi deh gelembung sabunnya….






Friday, 2 July 2010

joging @alun-alun kota Lumajang

Masih di lumajang…

Pagi buta, belum sempat cuci muka (apalagi mandi), bunda & mbah mengajakku joging ke alun-alun kota. Kebetulan tempat itu dekat dari rumah mbah (mbah dari ayah). lima menit jalan kaki sudah sampai. Tiap hari—biasanya pagi, kadang sore juga—banyak orang joging disana.

Di alun-alun ada taman bermainnya lho. Beraneka patung binatang purba ada disana. Ada juga patung gajah, unta, gorila, boneka teletubbis, dan papan luncur yang desainnya mirip gapura puri tua. Dulu sih ada ayunan, jungkat-jungkit, dan wahana lain yang biasanya ada di TK juga. Entah kenapa, sekarang nggak ada semua. Kemana ya?

Selesai joging, saatnya main di taman bermain….

Meluncur di seluncuran…


Naik gajah…

Sama gorila…(ini kingkong apa gorila ya? Hehe)

Minta main air sambil liat om2 main bola di bawah pohon beringin raksasa….(air mancurnya baru dihidupkan, airnya belum memancar dengan sempurna. Hmm,  jadi pengen cuci kaki…hehe)




bermain dengan teletubbies...


Daaaan ini dia foto-foto patung binatang yang ada disana…




Wednesday, 30 June 2010

Ada Kereta Kelinci Keliling Euy!

Malam ini adalah malam keberuntunganku! Bayangkan, setelah sekian malam menunggunya lewat di depan gang rumah mbah, akhirnya tadi dia muncul juga!
Apaan sih? Eits, jangan salah sangka dulu. Yang kumaksud ini bukan hantu atau sejenisnya, tapi ojek kereta kelinci keliling kota.
 
Ya, si ‘kereta api’ misterius ini berhasil kunaiki malam ini. Kenapa misterius? Karena munculnya cuma hari dan jam tertentu. Pernah Raya menunggunya lewat sejam lamanya, nongkrong sambil ngemil gorengan depan gang sama bunda. Eh…dia nggak nongol-nongol! Terpaksa Raya pulang dengan muka manyun plus bete.
But, malam ini rasanya legaaaa banget, karena Raya udah nggak penasaran lagi.
* * *
Menaiki kereta mainan yang jalan di tempat—seperti di arena bermain atau pasar rakyat—bagiku sudah biasa. Tapi kalau naik kereta keliling kota? Ini baru luarrrr biasa. Ini pengalaman pertama.
Kereta kelinci keliling kota ini sepertinya mulai beroperasi baru-baru ini, sejak ada area dagang PKL baru di Lumajang. Kebetulan yang kunaiki rutenya melewati Jalan Kapten Suwandak, Jalan Minak Koncar, Jalan Suruji, Jalan Iptu Jama’ari, trus nembus Suwandak lagi. Sekali ngider cuma 3000 perak per orang. Untuk rute yang lumayan jauh, murah banget kan? Bandingkan dengan kereta serupa di arena bermain kayak Time zone atau pasar rakyat, 3000 perak cuma dapat lima kali putaran dengan panjang rel sekitar 2 meteran.
Seperti kendaraan lain, kereta yang dihiasi lampu kelap kelip ini juga harus taat aturan lalu lintas lho. Misalnya ketika traffic light menyala merah, kereta wajib berhenti. Jalannya yang pelan dan bergoyang-goyang, mengingatkan bunda ketika naik kereta kuda/dokar/andong semasa bunda kecil dulu. hehe..
 
Raya tadi naik ditemani bunda. Sepanjang jalan banyak orang yang merhatiin (hihi, jadi malu), sesekali terdengar teriakan anak sebayaku yang merengek minta naik juga. Ya, kereta dengan lima gerbong bergambar tokoh kartun itu konon selalu dinanti-nanti oleh anak-anak kecil seusiaku. Sayang, untuk sementara kereta ini hanya beroperasi di Rabu dan Sabtu malam, selepas maghrib sampai jam delapan malam. Kata om masinis kereta, biasanya malam minggu banyak banget yang naik. Sampai antri!
Intinya, naik kereta kelinci sambil keliling kota di malam hari, rasanya seruuuuuu banget!

Thursday, 24 June 2010

fotografer cilik beraksi ^_^

ayahku sangat menyukai dunia fotografi. ayah hobi banget motret. seringnya aku yang dijadiin objek fotonya. sekarang, sepertinya hobi jeprat jepret ini mulai menular padaku. seringnya hape bunda yang kupakai buat motret apapun yang kutemui, hehe. tapi bunda nggak marah, cuma geleng2 sambil nyebut aku 'sang fotografer cilik'

inilah gayaku ketika motret di acara perpisahan sekolah (ssst...kebetulan kamera yang kupakai ini kamera pinjaman, hihi)


























































daaaan...ini dia beberapa hasil jepretan Raya...


kata bunda, lumayan sebagai pemula 

Episode: main dengan si Mbek


















seruuuuu banget main sama si Mbek! Raya sampai gemes pengen ngelus bulunya! tapiiiii, begitu Raya deketin, si Mbek dan rombongannya malah menjauh. terpaksa deh Raya kejar sambil teriak "Mbeeeeek....tungguuuuu!". Raya juga berusaha mengendalikan Mbek yang diikat dengan cara memegang talinya. eh... tambah lari Mbek-nya...
setelah sekian lama mencoba mengejar tapi nggak berhasil2 juga, Raya akhirnya menyerah, capeeeeek...
Si Mbek kecil juga capek, langsung menyusu sama Ibunya. yah...cuma bisa lihat dari jauh deh...
tapi nggak papa, kata bunda "yang penting Raya nggak takut sama Mbek." hehe...